Keanekaragaman Hayati, Penyebaran, dan Pelestariannya

Keanekaragaman Hayati, Penyebaran, dan Pelestariannya

Setelah pembelajaran, Anda dapat mengidentifikasi, menjelaskan, menganalisis tingkat keanekaragaman hayati dan mampu menyajikan hasil observasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia. Juga dapat mengidentifikasi, menjelaskan dan menganalisis serta menyajikan data sebaran, manfaat pelestarian dan ancaman keanekaragaman hayati Indonesia secara teliti.

Sebelumnya Anda telah belajar tentang tingkat organisasi makhluk hidup.

Apa itu Keanekaragaman Hayati?

Lihatlah sekeliling rumah Anda. Ada begitu banyak jenis tumbuhan dan hewan. Jumlah sebenarnya lebih dari yang Anda bayangkan. Tahukah Anda bahwa ada lebih dari 10.000 spesies burung, 200.000 spesies tanaman berbunga, dan hampir satu juta spesies serangga di dunia? Jumlah spesies yang diidentifikasi telah meningkat secara substansial dalam beberapa tahun terakhir, dan ada lebih dari 1,5 juta spesies yang saat ini diketahui. Meskipun jumlah ini mungkin tampak besar, diperkirakan jumlah ini sebenarnya hanya sebagian kecil dari jumlah spesies yang ada saat ini. Spesies baru sedang diidentifikasi setiap hari, dan diperkirakan ada antara tiga dan lima puluh juta spesies berbeda yang hidup di Bumi.

Ketika membahas jumlah spesies di bumi, istilah keberagman makhluk hidup sering disebut. Keanekaragaman hayati, juga dikenal sebagai biodiversitas, adalah berbagai kehidupan di Bumi di semua tingkat organisasi biologis yang berbeda. Dalam skala yang lebih kecil, keanekaragaman hayati dapat digunakan untuk menggambarkan keragaman dalam susunan genetik suatu spesies, dan dalam skala yang lebih besar, dapat digunakan untuk menggambarkan keragaman tipe ekosistem.

Jenis Keanekaragaman Hayati

Biodiversitas adalah istilah yang sangat luas dan sering dibagi menjadi tiga jenis. Jenis yang pertama adalah keanekaragaman spesies, dan ini adalah jenis keanekaragaman makhluk hidup yang paling mudah kita amati. Keanekaragaman spesies didefinisikan sebagai jumlah dan kelimpahan spesies berbeda yang menempati suatu lokasi. Untuk menentukan secara akurat keanekaragaman spesies, baik kekayaan spesies, yang merupakan jumlah spesies yang berbeda, dan kelimpahan relatif, yang merupakan jumlah individu dalam setiap spesies, harus dipertimbangkan. Contoh keanekaragaman spesies adalah jumlah dan kelimpahan berbagai jenis mamalia di hutan.

keanekaragaman genetik
Keanekaragaman genetik, variasi ras manusia. Sumber gambar: Pixabay

Jenis keberagaman hayati yang kedua adalah keanekaragaman genetik. Keanekaragaman genetik adalah jumlah variasi materi genetik dalam suatu spesies atau dalam suatu populasi. Ada tingkat keanekaragaman yang tinggi di antara spesies, tetapi ada tingkat keanekaragaman yang lebih tinggi di antara materi genetik individu spesies tertentu. Contoh keragaman genetik adalah variasi gen yang mengkodekan warna rambut pada manusia.

Ada faktor lain yang berperan memengaruhi keanekaragaman pada tingkat gen, yaitu
lingkungan. Sifat yang muncul pada setiap individu merupakan interaksi antar gen dengan lingkungan. Dua individu yang memiliki struktur dan urutan gen yang sama, belum tentu memiliki bentuk yang sama. Contoh jumlah sel darah merah orang yang hidup di dataran tinggi lebih banyak dibandingkan dengan yang hidup di pantai. Mengapa hal ini terjadi? Karena jumlah oksigen di pegunungan lebih sedikit dari pantai. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan oksigen orang yang hidup di pegunungan memiliki sel darah merah yang lebih banyak.

Jenis keanekaragaman hayati yang ketiga adalah keanekaragaman ekologi, dan ini adalah variasi ekosistem yang ada di suatu wilayah atau variasi ekosistem di seluruh planet. Keanekaragaman ekologi mencakup variasi baik ekosistem darat maupun ekosistem perairan. Keanekaragaman ekologi juga dapat memperhitungkan variasi dalam kompleksitas komunitas biologis, termasuk jumlah relung yang berbeda, jumlah tingkat trofik dan proses ekologi lainnya.

keanekaragaman hayati tingkat ekosistem
Keberagaman hayati tingkat ekosistem: gurun, hutan, laut, dan padang rumput.

Contoh keanekaragaman ekologi dalam skala global adalah variasi ekosistem, seperti gurun, hutan, padang rumput, lahan basah, dan lautan. Keanekaragaman ekologi adalah skala keanekaragaman hayati terbesar, dan di dalam setiap ekosistem, terdapat banyak keanekaragaman spesies dan genetik.

Keanekaragaman Hayati dan Stabilitas Ekosistem

Sekarang setelah Anda mengetahui apa itu keanekaragaman makhluk hidup, menurut Anda mengapa hal itu penting? Keanekaragaman hayati penting tidak hanya untuk keragaman spesies yang indah dan menarik yang dapat kita nikmati, tetapi juga sangat penting (dan vital) bagi stabilitas ekosistem dan seluruh planet kita. Stabilitas ekosistem adalah kemampuan suatu ekosistem untuk mempertahankan keadaan tetap, bahkan setelah stres atau gangguan telah terjadi. Agar ekosistem lebih stabil, ekosistem perlu memiliki mekanisme yang membantunya kembali ke keadaan semula setelah terjadi gangguan.

Keanekaragaman hayati suatu wilayah telah terbukti memiliki dampak yang besar terhadap stabilitas ekosistem wilayah tersebut. Daerah dengan tingkat spesies dan keragaman genetik yang tinggi cenderung memiliki ekosistem yang lebih kompleks, dengan berbagai jaring makanan dan interaksi biotik. Peningkatan kompleksitas ini membuat ekosistem lebih mungkin untuk kembali ke keadaan stabil setelah gangguan, karena ekosistem memiliki lebih banyak cara untuk merespons gangguan dan memperbaiki masalah.

Sebagai contoh, mari kita periksa bagaimana dua ekosistem imajiner dengan variasi keanekaragaman hayati dapat merespons gangguan yang sama. Ekosistem pertama hanya memiliki tiga jenis pohon, dan ekosistem kedua memiliki lebih dari 30 jenis pohon. Sekarang bayangkan kedua ekosistem ini berada di wilayah yang baru saja mengalami kebakaran besar. Pada ekosistem dengan tingkat keanekaragaman spesies yang lebih tinggi, diharapkan ekosistem akan pulih lebih cepat setelah kebakaran. Hal ini karena jumlah keanekaragaman yang lebih besar membuat beberapa spesies lebih mungkin beradaptasi dengan lebih baik untuk kebakaran dan dapat pulih lebih cepat.

Dalam ekosistem dengan keanekaragaman spesies yang lebih rendah, Anda hanya mengandalkan tiga spesies berbeda untuk mengisi kembali area tersebut. Jika salah satu dari spesies ini tidak beradaptasi untuk pulih dari kebakaran, ekosistem akan lebih sulit untuk kembali ke kondisi mapan setelah gangguan, karena kurangnya keanekaragaman.

Soal

Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

  1. Kelompok tumbuhan yang merupakan tingkatan satu gen adalah ….
    A. Mangga manalagi, mangga geding, dan mangga harum manis
    B. Jambu, mangga, dan pepaya
    C. Kelapa sawit, kelapa gading, dan aren
    D. Aren, jambu, dan kelapa sawit
    E. Bawang merah, bawang putih, dan bawang daun
  2. Keanekaragaman jenis dapat terlihat dari adanya perbedaan ….
    A. Bentuk, warna, ukuran, dan penampilan
    B. Morfologi dan anatomi
    C. Bentuk, warna, jumlah, ukuran, dan faktor pembawa sifat menurun
    D. Tingkah laku dan gen
    E. Morfolofgi dan tingkah laku
  3. Organisme yang menunjukan berbagai macam variasi pada komunitas, ekosistem, dan spresies dapat menimbulkan ….
    A. Varietas
    B. Spesies baru
    C. Biodiversitas
    D. Populasi
    E. Habitat baru
  4. Keanekaragaman jenis (spesies) tertinggi terdapat pada ekosistem ….
    A. Gurun
    B. Mangrove
    C. Sawah
    D. Hutan hujan tropis
    E. Sabana
  5. Kelompok tumbuhan yang menunjukkan variasi individu dalam satu spesies terdapat pada ….
    A. jambu, mangga, dan nanas
    B. kelapa, tomat, dan pinang
    C. terung, tomat, dan kentang
    D. mangga gadung, mangga manalagi, dan mangga golek
    E. jahe merah, lengkuas merah, dan kunyit putih
  6. Berikut ini yang termasuk fauna tipe Australis adalah …
    A. anoa, komodo, kuskus
    B. gajah, badak bercula satu, burung merak
    C. kangguru, cendrawasih, burung kasuari
    D. anoa, gajah, badak jawa
    E. komodo, babirusa, beruang
  7. Garis yang memisahkan jenis fauna (hewan) Indonesia bagian timur dengan
    bagian tengah adalah …
    A. garis Weber
    B. garis Khatulistiwa
    C. garis Wallace
    D. garis lintang
    E. garis bujur
  8. Hutan hujan tropis merupakan habitat yang paling banyak menyimpan keanekaragaman hayati. Jenis hutan ini banyak terdapat di Indonesia. Cara pemanfaatannya agar tetap lestari adalah dengan ….
    A. membuat semua hutan menjadi kawasan tertutup
    B. menggunakan metode tebang pilih dan tanam kembali
    C. memanfaatkan sumber daya alamnya semaksimal mungkin
    D. melakukan penelitian yang intensif di kawasan hutan tersebut
    E. menggunakan alat-alat modern sehingga tidak menimbulkan kerusakan
  9. Berikut ini adalah aktivitas manusia yang dapat menyebabkan punahnya hewan
    atau tumbuhan, kecuali …
    A. membangun tempat tinggal baru dalam hutan
    B. memburu hewan langka
    C. membuat cagar alam
    D. perluasan lahan pertanian
    E. pertambangan
  10. Bu Ani membuat jamu tradisional dengan bahan baku kunyit dan asam. Jamu yang telah dibuatnya tersebut dijual di pasar sehingga dapat menambah pendapatan Bu Ani. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keanekaragaman hayati memiliki nilai ….
    A. religius
    B. biologis
    C. estetika
    D. ekologis
    E. ekonomi
Total
0
Shares
Related Posts