Komponen Kimiawi Penyusun Sel

Komponen kimia penyusun sel terbagi ke dalam dua kelompok besar: senyawa organik dan anorganik.

Senyawa organik adalah senyawa kimia yang mengandung unsur karbon (lamabang atom, C). Senyawa organik dalam sel meliputi karbohidrat, protein, lipid dan asam nukleat. Beberapa senyawa ini disintesis oleh sel itu sendiri.

Senyawa anorganik sel adalah air yang terdiri dari hidrogen dan oksigen. Ini adalah senyawa penting dalam sel. Vitamin dan mineral juga senyawa anorganik yang terdapat dalam sel.

Setelah kegiatan pembelajaran ini Anda diharapkan dapat menjelaskan komponen-komponen kimiawi penyusun sel.

7 Komponen Penyususun Kimia Sel

Seluruh bagian sel tersusun atas beberapa komponen senyawa kimia. Kegiatan dan kehidupan sel juga mencakup reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam sebuah sel. Sitoplasma adalah istilah untuk menggambarkan isi sel di luar inti, termasuk organel.

Berikut ini kita akan bahas mengenai senyawa-senyawa kimiawi dalam sel secara mendalam.

a. Karbohidrat

Karbohidrat sangat vital untuk proses-proses fisiologi dalam sel makhluk hidup. Karbohidrat terdiri atas unsur karbon (C), oksigen (O), dan hidrogen (H). Pada tumbuhan, karbohidrat dibentuk oleh sel-sel yang memiliki zat hijau daun (kloroplas mengandung klorofil) melalui proses fotosintesis. Nilai penting karbohidrat adalah sebagai pasokan energi untuk proses sel dan memberikan dukungan struktural pada dinding sel.

Berdasarkan fungsinya, karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi karbohidrat sederhana (sebagai sumber energi di dalam sel), karbohidrat rantai pendek (sebagai cadangan energi), serta karbohidrat rantai panjang (sebagai komponen strukturalorganel dan bagian sel lainnya). Sedangkan berdasarkan struktur ikatan molekulnya, karbohidrat digolongkan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida.

b) Lemak

Komponen kimiawi sel selanjutnya ialah lemak. Lemak tersusun atas unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Lemak dibangun oleh gliserol dan asam lemak. Dalam sel hidup, lemak berfungsi sebagai komponen utama membran plasma, pembentukan hormon, dan pembentukan vitamin.

c) Protein

Protein tersusun atas karbon , hidrogen, oksigen dan nitrogen. Protein merupakan
unsur organik terbesar yang menyusun sebuah sel. Protein merupakan polimer
dari asam amino yang saling berikatan dengan ikatan peptida.

Protein merupakan peyusun protoplasma terbesar setelah air, protein tersusun atas protein struktural dan protein fungsional. Protein struktural adalah protein penyusun organel sel, misal membran, mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma. Protein fungsional adalah protein yang terlibat dalam metabolisme tubuh. Meliputi enzim-enzim dan hormon yang berfungsi mengatur reaksi-reaksi kimia yang menjaga sel tetap hidup.

d) Asam Nukleat

Dalam komponen kimiawi sel, asam nukleat merupakan materi inti. Ada dua macam asam nukleat, yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA). Fungsi asam nukleat adalah untuk mengontrol aktivitas sel dan membawa informasi genetik. Asam nukleat merupakan polimer nukleotida.

e) Air

Air adalah senyawa utama komponen kimiawi sel yang jumlahnya terbesar dalam menyusun sel (50 – 65% berat sel). Air adalah komponen esensial cairan tubuh yang terdiri dari plasma darah, cairan intrasel (sitoplasma), dan cairan ekstrasel. Air dalam sel berfungsi sebagai pelarut dan katalisator beberapa reaksi biologis.

f) Vitamin

Komponen kimiawi selanjutnya adalah vitamin. Vitamin memang dibutuhkan dalam jumlah kecil, akan tetapi ia harus ada untuk menunjang berbagai fungsi sel dalam proses metabolismenya. Peran vitamin adalah mempertahankan fungsi metabolisme, pertumbuhan, dan sebagai penghancur radikal bebas. Beberapa contoh vitamin yang saat ini telah ditemukan antara lain A, B1, B2, B3, B5, B6, B12, C, D, E, K dan H.

g) Mineral

Mineral adalah komponen struktural sel yang berfungsi dalam pemeliharaan fungsi dan kerja metabolisme, pengaturan enzim, menjaga keseimbangan asam dan basa. Di dalam sel, mineral ada yang terkandung dengan jumlah yang besar (makroelemen) dan dalam jumlah sedikit (mikroelemen). Beberapa contoh mineral makroelemen misalnya kalsium, magnesium, fosfor, klor,natrium, dan belerang. Sedangkan contoh mineral mikroelemen antara lain zat besi, yodium, seng, kobalt, fluorin.

Total
0
Shares
2 comments
  1. 2. Struktur membran sel terdiri dari beberapa komponen penyusu, yakni sebagai berikut : lipoprotein, glikoprotein, glikolipid dan dua lapis fosfolipid. Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. 
    Fungsi dari membran sel ialah untuk melindungi bagian sel yang terletak di bagian yang lebih dalam atau sebagai pembatas antar sel isi sel dengan bagian luar sel. 
    4. Struktur nukleolus (anak inti) akan terlihat di bawah pengamatan mikroskop elektron berukuran lebih besar daripada ukuran butir-butir kromatin.
    Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen.
    6. fungsi retikulum endoplasma
    1. Retikulum Endoplasma terutama bertanggung jawab untuk transportasi protein dan karbohidrat untuk organel lain, yang meliputi lisosom, aparatus Golgi, membran plasma, dll
    2. Retikulum Endoplasma memainkan peran penting dalam pembentukan kerangka tulang.
    3. Retikulum Endoplasma menyediakan luas permukaan yang dapat meningkat untuk reaksi seluler.
    4. Retikulum Endoplasma membantu dalam pembentukan membran nukleus selama pembelahan sel.
    5. Retikulum Endoplasma memainkan peran penting dalam sintesis protein, lipid, glikogen dan steroid lainnya seperti kolesterol, progesteron, testosteron, dll
    Struktur Retikulum Endoplasma
    Retikulum endoplasma adalah jaringan membran luas cisternae (struktur seperti kantung), yang tertahan oleh sitoskeleton. Membran fosfolipid yang membungkus ruang, lumen dari sitosol, yang kontinu dengan ruang perinuklear.
    struktur Retikulum Endoplasma
    Permukaan retikulum endoplasma kasar terpasang dengan ribosom untuk produksi protein, yang memberikan penampilan kasar. Oleh karena itu disebut sebagai retikulum endoplasma kasar.
    Retikulum endoplasma halus terdiri dari tubulus, yang terletak di dekat pinggiran sel. Jaringan ini meningkatkan luas permukaan untuk penyimpanan enzim penting dan produk-produk dari enzim ini.
    Retikulum endoplasma kasar mensintesis protein, sedangkan retikulum endoplasma halus mensintesis lipid dan steroid. Hal ini juga memetabolisme karbohidrat dan mengatur konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat, dan tempat melekat reseptor pada protein membran sel.
    Retikulum endoplasma memiliki luas yang bervariasi membentang dari membran sel melalui sitoplasma dan membentuk koneksi kontinu dengan amplop nukleus.

    8. Struktur lisosom mempunyai struktur yang berbentuk agak bulat biasanya dibatasi oleh membran tunggal serta memiliki ukuran diameter sekitar 1,5 mikron. Lisosom memiliki peran dalam melakukan Fungsi imunitas. Lisosom memiliki beberapa enzim hidrolitik yang dapat memecah polisakarida, lipid, fosfolipid, serta protein.
    Fungsi lisosom
    – Mencerna zat makanan hasil dari fagositosis dan pinositosis.
    – Mencerna makanan cadangan apabila kekurangan makanan.
    – Menghancurkan organel sel yang telah rusak.
    – Menghancurkan benda yang berada di luar organel sel, contohnya enzim yang dikeluarkan oleh sperma agar dapat menghancurkan dinding sel ovum ketika terjadinya fertilasi.
    – Menetralkan zat yang memiliki sifat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.
    – Yaitu untuk pengahancuran diri sel dengan cara melepaskan semua enzim yang berada dalam endosom lanjut.
    – Pembebasan enzim keluar sel.
    10. Struktur vakuola
    Vakuola adalah organela sitoplasmik yang berisi cairan dan dibatasi selaput tipis yang disebut tonoplas. Vakuola berbentuk cairan yang di dalamnya terlarut berbagai zat seperti enzim, lipid, alkaloid, garam mineral, asam, dan basa. Pada sel tumbuhan, vakuola selalu ada. Semakin tua suatu tumbuhan, maka vakuola yang terbentuk semakin besar.
    Fungsi Vakuola kontraktil
    -Vakuola kontraktil disebut juga vakuola berdenyut. Vakuola kontraktil memiliki fungsi sebagai osmoregulator yaitu mengatur nilai osmotik dalam sel.
    -Vakuola nonkontraktil
    Vakuola nonkontraktil disebut juga vakuola makanan, yang berfungsi untuk mencerna makanan dan mengedarkan hasil pencernaan makanan ke seluruh tubuh.

  2. Nama : Grace Thereza Natalia Yabisi
    Kelas :XI MIPA 6
    Tugas .K.D 4.1
    1.DINDING SEL
    A.DESKRIPSI STRUKTUR=
    -Dinding Sel Primer, berkembang saat sel tumbuh, sehingga cenderung tipis dan fleksibel. dinging sel primer terbentuk antara lamela tengah dan membran plasma. Dan terdiri atas mikrofibril selulosa dengan hemiselulosa dan pektin. Lapisan ini memungkinkan sel untuk tumbuh dari waktu ke waktu namun tidak terlalu membatasi pertumbuhan sel.
    -Lamela tengah merupakan lapisan terluar dan membantu dengan persimpangan sel ke sel serta menahan sel yang berdekatan. Lamela tengah bekerja seperti lem atau semen untuk sel-sel tumbuhan sebab mengandung pektin. Selama pembelahan sel, lamela tengah adalah yang pertama terbentuk.
    -Dinding sel sekunder, memiliki tekstur lebih tebal dan lebih kaku, sehingga memberikan perlindungan lebih untuk tanaman. Itu ada di antara dinding sel primer dan membran plasma. Dinding sel primer sebenarnya membantu menghasilkan dinding sekunder ini setelah sel selesai tumbuh.
    B.FUNGSI=
    -Menentukan bentuk sel.
    -Menyokong dan memberi kekuatan secara mekanik (memungkinkan tanaman untuk tumbuh tinggi, dll).
    -Berfungsi untuk mencegah membran sel pecah dalam medium hipotonik atau tekanan turgor.
    -Mengatur laju dan arah pertumbuhan sel dan juga mengatur isi sel.
    -Bertanggung jawab pada bagian bentuk tumbuhan dan mengontrol morfogenesis tanaman.
    -Mempunyai peran dalam metabolisme.
    -Memberi perlindungan fisik dari serangan serangga dan pathogen.
    -Dinding sel mempunyai fungsi sebagai penyimpanan karbohidrat yang merupakan salah satu komponen dinding sel yang bisa digunakan lagi pada proses metabolisme lainnya
    -Dinding sel sangat penting untuk menghasilkan produk-produk seperti kertas, serat, serat kayu dan sumber energy
    -Berfungsi sebagai tabung untuk trasportasi jarak jauh.
    -Pada aktivitas fisiologis dan biokimia pada dinding sel memiliki fungsi untuk komunikasi antar sel-sel.
    3.MITOKONDRIA
    DESKRIPSI STRUKTUR =
    1. Membran Bagian Dalam
    Membran bagian dalam adalah organel pada mitokondria yang terbentuk dari beberapa molekul kompleks kompleks ATP Sintase, Transpor Elektron, dan Transport Protein.
    Walaupun membran bagian dalam ini kompleks namun tetap permeable atau dapat dilalui oleh semua zat, baik padat maupun cair.
    Membran bagian dalam berfungsi untuk membantu pembuatan ATP (energi) pada jaringan tubuh suatu organisme atau makhluk hidup.
    2. Membran Bagian Luar
    Membran bagian luar adalah organel pada mitokondria yang tersusun dari Fosfolipid Bilayer yang bersifat Semi Permeable dan didalamnya mengandung Protein Porin
    Pada lapisan ini bisa dilewati oleh Ion-ion, ADP (Adenosina Difosfat), ATP (Adenosine Trifosfat), serta berbagai molekul Nutrisi.
    Karena mengandung enzim maka membran luar pada mitokondria ini berfungsi untuk membantu proses biosintesis jaringan tubuh suatu makhluk hidup.
    3. Krista (Cristae)
    Krista adalah organel pada mitokondria berupa lipatan-lipatan.Fungsi Krista ,ketika molekul-molekul DNA mitokondria berkembang lebih banyak, krista membantu proses perluasan struktur pada membran yang berada di dalam selnya.
    4. Ruang Antar Membran
    Ruang Antar Membran adalah sebuah ruang yang ditemukan berada diantara membran luar dan membran dalam pada organel mitokondria.
    Fungsi rang antar membran tempat berlangsungnya berbagai reaksi penting yang ada pada sebuah sel.
    5. Matriks
    Matriks adalah salah satu organel mitokondria yang berfungsi untuk Menyimpan bagian-bagian yang penting pada mitokondia .Didalam matriks terdapat berbagai molekul DNA yang bertanggung jawab pada proses respirasi sel.
    Didalam matriks juga berbagai enzim yang bertanggung jawab pada siklus reaksi asam sitrat.
    Fungsi Matriks menyimpan bagian-bagian penting pada mitokondria seperti materi genetik (DNA), ion-ion penting lainnya dan ribosom.
    FUNGSI =
    Berikut ini beberapa fungsi mitokondria lainnya:
    -Menjaga konsentrasi ion kalsium dan membantu sel-sel untuk mencapai fungsinya masing-masing dengan menjadi sebagai tangki penyimpanan ion kalsium.
    -Pada sel-sel hati mitokondria mempunyai enzim yang berfungsi untuk mendetoksifikasi amonia.
    -Mengendalikan berbagai siklus pada sel
    -Membantu pembangunan bagian-bagian tertentu dari hormon seperti esterogen dan testosteron.
    -Membantu proses kematian pada sel-sel tertentu, seperti sel yang tidak diperlukan memiliki jumlah terlalu banyak. Proses kematian sel tersebut dikenal dengan sebutan “apoptosis“.
    -Mengawasi jalannya proses diferensiasi, pertumbuhan, dan perkembangan pada sel
    -Pengubahan energi potensial (seperti glukosa dan lain sebagainya) menjadi energi (ATP). Energi potensial tersebut diubah menjadi energi untuk memompa jantung, mengganti sel-sel lainnya yang rusak, dan lain sebagainya.
    -Tempat terjadinya proses metabolisme oksidatif —> respirasi seluler.
    5.RIBOSOM
    DESKRIPSI STRUKTUR=
    Struktur Ribosom
    Terdapat 2 (dua) bagian stuktur penting dalam ribosom yakni asam ribonukleat (RNA) dan protein. Struktur ribosom RNA dan protein tersebut dihubungkan dengan laju sedimentasi tertentu dengan tingkat kepadatan yang beraneka ragam antara satu sel dengan sel lain. Tingkat kecepatannya berkisar antara 40s dan 60s pada sel eukariotik di dalam tubuh manusia. Faktor ini membuat struktur ribosom dari setiap sel memiliki perbedaan satu dengan yang lain.
    Ribosom memiliki 2 komponen utama yang disebut sub unit besar dan sub unit kecil. Kedua unit ini datang bersamaan dengan ribosom saat ribosom siap membuat protein baru. Kedua sub unit ini terdiri dari untaian RNA dan beragam protein.
    Huruf S dalam nama sub unit adalah satuan ukuran dan singkatan unit Svedberg (nama penemunya). Satuan ini menunjukan kecepatan pengendapan saat sub unit disentrifugasi.
    Sub unit besar berisi lokasi ikatan baru yang dibuat ketika membuat protein. Hal ini disebut 50S dalam sel prokariotik dan 60S dalam sel eukariotik. Sub unit kecil nyatanya tidak terlalu kecil, hanya sedikit lebih kecil ketimbang sub unit besar. Faktor ini berperan dalam aliran informasi saat proses sintesis protein. Hal ini disebut 50S dalam sel prokariotik dan 40S dalam sel eukariotik.
    Struktur ribosom mempertimbangkan fungsi untuk mengumpulkan mRNA dengan tRNA pembawa asam amino. Sebuah ribosom memiliki 1 (satu) tempat pengikatan sub unit kecil (mRNA) dan 3 (tiga) tempat pengikatan tRNA dikenal dengan tempat A (Aminosil), P (Peptidil), dan E (Exit) yang ada di sub unit besar.
    -Tempat A, yaitu tempat pengikatan tRNA-Aminoasil, biasanya mengikat tRNA yang memikul asam amino berikutnya yang akan ditambah pada rantai polipeptida.
    -Tempat P, yaitu tempat pengikatan tRNA-Peptidil, biasanya pengikat tRNA yang menempel pada rantai polipeptida yang sedang tumbuh.
    -Tempat E, yaitu tempat keluarnya tRNA yang tidak memiliki muatan.
    Sintesis protein
    Tugas utama ribosom yakni membuat protein untuk sel. Ada ratusan protein yang harus dibuat untuk sel, perintah ini berasal dari inti dalam bentuk RNA. Messenger RNA (mRNA) mengandung kode khusus yang bertindak sebagai resep dan memberi tahu ribosom bagaimana cara membuat protein. Ada 2 proses dalam membuat protein yaitu transkripsi dan translasi, risobom menggunakan langkah translasi.
    -Translasi
    Translasi adalah proses mengambil instruksi dari Messenger RNA (mRNA) dan menggantinya menjadi protein. Proses ribosom untuk membuat protein dengan translasi, diantaranya yaitu,
    Ribosom menempel asam amino membangun protein.
    Kedua sub unit (kecil dan besar) bergabung dengan RNA Messenger(mRNA).
    Ribosom menemukan tempat starter yang betul pada RNA yang disebut kodon.
    Ribosom bergerak ke bawah RNA, setiap tiga huruf pada RNA adalah asam amino baru, membaca petunjuk mengenai asam amino.
    Saat mencapai kode ‘stop’ maka proses membangun protein berhenti.
    FUNGSI =
    -Sebagai tempat produksi dan sintesis protein
    -Sebagai mesin yang mengatur dan memiliki komponen yang terlibat dalam sintesis protein.
    -Digunakan untuk mengikat asam-asam amino yang ada di sitoplasma.
    7.BADAN GOLGI
    DESKRIPSI STRUKTUR
    -Sakula
    Merupakan gelembung yang berbentuk gepeng seperti cakram yang tersusun bertumpuk-tumpuk masing-masing dipisahkan oleh celah yang sempit. Sedang kedua permukaan masing-masing sakula tidak sama yaitu satu cembunbg dan permukaan lain cekung. Pada sakula yang terletak dekat puncak sel, bagian tepi sakula tampak gelembung-gelembung yang sebagian dilepaskan menjadi butir-butir sekreksi. Bahkan gelembung-gelembung juga dilepaskan dari permukaan yang cekung dari sakula tersebut.
    -Vesikel Sekretoris
    Gelembung vesikel sekretoris ialah gelembung yang merupakan bagian dari sakula yang terdapat pada begian tepi
    -Mikrovesikel Atau Vesikel Tranfer
    Gelembung mikro yang berdiameter kurang lebih 40 mm yang bergerak. Untuk diperhatikan bahwa mikrovesikel berasal dari Retikulum Endoplasma kasar yang dilepaskan, akan tetapi mikrovesikel telah kehilangan butiran-butiran kromosomnya. Mikrovesikel akan bersatu dengan sakula pada akhirnya.
    FUNGSI =
    -Berperan dalam memperbaiki struktur membran sel atau membran plasma.
    -Berperan aktif dalam mengolah protein atau hasil sintesis oleh retikulum endoplasma.
    -Sebagai organel yang berperan langsung dalam transportasi materi metabolisme.
    -Dalam keadaan terjadi kesalahan dalam perakitan karbohidrat, dapat berperan sebagai perakit karbohidrat khususnya oligosakarida pada protein membran.
    -Sebagai organel yang berperan penting dalam proses sintesis protein tertentu.
    -Berperan penting dalam menyortir protein-protein tertentu seperti pembentuk lisosom.
    -Ikut serta dalam pembentukan lipoprotein bersama dengan RE, halus.
    9.SENTRIOL
    DESKRIPSI STRUKTUR =
    -Struktur Sentriol
    Pada Organel Sel Sentriol mempunyai komponen yang struktur-struktur, yang harus kita ketahui agar kita bisa memahami organel sel sentriol.
    Berikut ini adalah struktur-struktur yang ada pada organel sel sentriol
    Didalam organel sel terdapat dari 1 sel memiliki 1 pasang sentriol, yang letaknya tegak lurus berdampingan.
    Organel sel ini berbentuk seperti Tabung (Silinder), memiliki suatu rangka Mikrotubula yang tersusun secara radial.
    Mikrotubula itu terdiri dari 3 (Triplet) rangka, jumlah triplet pada setiap sentriol ada 9 rangka.
    Pada rangka 9 triplet ini ditutup oleh Matriks Kental, rangka & matrik berada pada salah satu ujung sentriol, dan terbentuk seperti roda gerobak.
    Sentriol mempunyai diameter 0,15 µm, panjang 0,3-0,5µm, & lebar 0,2 μm, dan berfungsi membentuk sebuah benang spindel untuk memisahkan kromosom.
    Mikrotubula terkelompok menjadi 3 mikrotubula yang tersusun secara paralel.
    Pada 9 kelompok macam ini akan membentuk sebuah dinding sentriol, dan setiap kelompok tidak tegak lurus dengan inti tabung, tetapi agak miring.
    Masing-masing dari 9 kelompok triplet pada sentriol, terdiri dari 3 buah sub unit mikrotubula, kemudian diberi nama sub unit A, B, & C.
    Pada urutan penamaan ini dimulai dari sub unit yang paling dalam (tubula yang paling dalam sebagai sub unit A), diameter pada setiap tubula 200-260 sub unit Å.
    FUNGSI =
    -Dalam sel hewan, tinggi sentriol seperti tiang mitosis.
    -Setiap sentriol akan memunculkan sentriol baru. Dimana sentriol yang baru tersebut terbentuk dengan tetap menempel pada sentriol orangtuanya dan akan memanjang selama fase S dan G2.
    -Benang spindel akan bertanggung jawab atas segregasi sel kromosom ke dalam sel anak.
    Sebagai pusat pengelompokkan mikrotubula.
    -Ketika tahap profase, sentriol akan bergerak berlawanan dengan sel dan akan membentuk benang spindel.
    -Sebagai badan basal, yang merupakan tempat untuk memproduksi silia.
    -Dapat menghasilkan silia dan flagela.
    11. KLOROPLAS
    DESKRIPSI STRUKTUR=
    -Membran luar
    Tersusun atas lapisan lipid ganda
    Merupakan membran yang semi-berpori dan permeabel untuk molekul-molekul berukuran kecil dan ion. Membran ini tidak permeabel untuk molekul protein berukuran besar.
    Fungsi membran luar adalah untuk melindungi dan menjaga struktur kloroplas tetap tertutup.
    -Ruang Antar Membran
    Merupakan ruang yang berada di antara membran luar dan membran dalam kloroplas.
    Lebarnya sekitar 10 – 20 nanometer.
    -Membran Dalam
    Merupakan membran yang memisahkan stroma dari ruang antar membran.
    Permukaannya polos
    Berfungsi untuk mengatur lalu lintas molekul keluar masuk kloroplas.
    Pada membran dalam ini terjadi juga sintesis asam lemak lipid dan karotenoid.
    -Stroma
    Merupakan cairan yang bersifat basa dan mengandung banyak protein.
    Terletak di dalam ruang yang dibentuk oleh membran dalam kloroplas dan membran luar tilakoid.
    Stroma merupakan tempat untuk mengubah karbondioksida menjadi karbohidrat (gula)
    DNA kloroplas, ribosom kloroplas, sistem tilakoid, pati dan berbagai jenis protein dapat ditemukan mengambang di dalam stroma.
    -Sistem Tilakoid
    Tersuspensi di dalam stroma
    Sistem tilakoid terdiri dari tumpukan tumpukan tilakoid yang berbentuk seperti cakram dan didalamnya ditemukan klorofil dan karotenoid.
    Diantara setiap cakram tilakoid terdapat lumen tilakoid sebagai pemisah.
    Di dalam tilakoid inilah terjadi reaksi terang fotosintesis, di mana energi cahaya dikonversi menjadi energi kimia.
    -Grana / Granum
    Tumpukan tumpukan tilakoid yang berjumlah antara 10 sampai 20 buah secara umum disebut dengan grana atau granum.
    Fungsinya mirip dengan sistem tilakoid yaitu untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia.
    -Klorofil
    Merupakan pigmen fotosintesis yang berwarna hijau dan terdapat di dalam tilakoid.
    Berfungsi untuk menyerap energi cahaya matahari selama proses fotosintesis berlangsung.
    Bersama dengan molekul lain seperti protein dan enzim, pigmen warna ini membentuk kompleks yang disebut dengan fotosistem. Ada dua jenis fotosistem yaitu fotosistem II dan II yang memiliki fungsi berbeda pada proses fotosintesis.
    FUNGSI =
    -Tempat berlangsungnya proses fotosintesis pada tanaman dan Alga guna mengubah energi cahaya matahari menjadi energi tersimpan dalam bentuk karbohidrat / gula dan molekul organik lainnya sebagai sumber energi.
    -Tempat memproduksi nadph2 dan gas oksigen melalui reaksi pemecahan molekul air.
    -Tempat memproduksi ATP melalui fotofosforilasi. Nadph2 dan ATP adalah energi yang digunakan tanaman dan alga untuk membuat makanan sendiri.
    -Kloroplas bertanggung jawab terhadap warna tanaman karena mengandung pigmen di dalamnya
    -Kloroplas mempunyai fungsi penting untuk ketersediaan oksigen bagi makhluk hidup lain dan manusia karena pada proses fotosintesis dihasilkan gas O2 sebagai produk sampah yang tidak digunakan oleh tumbuhan dan akan dilepaskan keluar.
    ITULAH,SETIAP STRUKTUR DAN FUNGSI ORAGANEL SEL YANG SAYA DAPATKAN
    SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Comments are closed.