Komponen Darah Manusia 4 Macam

Jika jari Anda tertusuk atau lutut Anda tergores, Anda akan melihat darah menetes dari luka tersebut. Hanya melihat sekilas, tetesan ini mungkin tampak terbuat dari cairan merah biasa, mirip dengan pewarna makanan atau cat. Namun, jika Anda melihat menggunakan mikroskop, Anda akan melihat bahwa darah Anda terdiri dari beberapa komponen, yaitu campuran cairan dan sel. Dan jika Anda dapat memperbesar lebih jauh, Anda akan melihat bahwa komponen darah manusia juga mengandung makromolekul (seperti protein) dan ion (seperti natrium) yang mengambang di dalam cairan.

Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran ini Anda mampu menjelaskan komponen darah yang terdiri dari plasma darah dan sel darah.

Apa itu darah?

Darah, menurut definisi, adalah cairan yang bergerak melalui pembuluh sistem peredaran darah. Pada manusia, itu termasuk plasma (bagian yang cair), sel darah (merah dan putih), dan fragmen sel yang kita sebut trombosit.

  • Plasma adalah komponen utama darah dan sebagian besar terdiri dari air, dengan protein, ion, nutrisi, dan limbah yang tercampur.
  • Sel darah merah bertanggung jawab untuk membawa oksigen dan karbon dioksida.
  • Trombosit bertanggung jawab untuk pembekuan darah.
  • Sel darah putih merupakan bagian dari sistem imun dan berfungsi dalam respon imun.

Sel dan trombosit membentuk sekitar 45 persen darah manusia, sedangkan plasma membentuk 55 persen lainnya. Diagram di bawah menunjukkan sel darah merah, sel darah putih dari berbagai jenis, dan trombosit.

4 Macam Komponen Darah Manusia

Plasma darah

Plasma, komponen cair darah, mengisi sekitar 55-60 persen dari volume darah dalam tubuh. Cairan ini dapat memisah dengan memutar tabung darah dengan kecepatan tinggi dalam sentrifus. Sel-sel yang lebih padat dan trombosit bergerak ke bagian bawah tabung, membentuk lapisan merah dan putih, sedangkan plasma tetap di bagian atas, membentuk lapisan kuning.

komponen darah manusia
Komponen darah. Sumber: 123rf.

Jika plasma darah menyumbang sekitar 55-60 persen, maka sel darah mengisi sisanya yakni kurang lebih sekitar 40-45 persen.

Kandungan plasma adalah sekitar 90% air, dengan sisa 10% terdiri dari ion, protein, nutrisi, limbah, dan gas terlarut. Ion, protein, dan molekul lain berperan penting dalam menjaga pH darah dan keseimbangan osmotik.

Beberapa molekul tertentu dalam plasma memiliki fungsi yang lebih khusus. Misalnya, hormon bertindak sebagai sinyal jarak jauh, antibodi mengenali dan menetralisir patogen, dan faktor pembekuan mendorong pembentukan bekuan darah di tempat luka. Plasma yang telah kehilangan faktor pembekuannya disebut serum. Lipid, seperti kolesterol, juga hanyut dalam plasma, tetapi harus bergandengan dengan protein pendamping karena tidak larut dalam air.

Sel darah merah

Sel darah merah, atau eritrosit, adalah sel khusus yang beredar ke seluruh tubuh dan mengantarkan oksigen ke jaringan. Pada manusia, sel darah merah berukuran kecil (hanya 7 – 8 μm) dan berbentuk bikonkaf (tipis di bagian tengah), dan tidak mengandung mitokondria atau nukleus saat matang.

Karakteristik ini memungkinkan sel darah merah untuk secara efektif melakukan tugas mereka, yaitu mengangkut oksigen. Ukuran kecil dan bentuk bikonkaf meningkatkan rasio luas permukaan terhadap volume, meningkatkan pertukaran gas, sementara kurangnya nukleus membuat ruang tambahan untuk hemoglobin. Kurangnya mitokondria membuat sel darah merah tidak menggunakan oksigen yang mereka bawa, memaksimalkan jumlah yang mereka angkut ke jaringan tubuh.

Sel darah putih (leukosit)

Nama lain sel darah putih adalah leukosit. Jumlahnya lebih sedikit daripada sel darah merah dan membentuk kurang dari 1% sel dalam darah. Peran mereka juga sangat berbeda dari sel darah merah. Leukosit berfungsi mengenali dan menetralisir penyerbu seperti bakteri dan virus. Jadi, mereka ini adalah komponen darah manusia yang menjaga tubuh Anda dari serangan luar.

Sel darah putih berukuran lebih besar dari sel darah merah, dan tidak seperti sel darah merah, mereka memiliki inti normal dan mitokondria. Sel darah putih datang dalam lima jenis utama, dan terbagi menjadi dua kelompok yang berbeda, dinamai berdasarkan penampilan mereka di bawah mikroskop.

Macam sel darah putih. Gambar dari “Components of the blood: Figure 3,” by OpenStax College, Biology (CC BY 4.0), dengan perubahan pada keterangan.
  • Kelompok pertama, granulosit, termasuk neutrofil, eosinofil, dan basofil, yang semuanya memiliki butiran di sitoplasmanya ketika diwarnai dan dilihat di mikroskop.
  • Kelompok kedua, agranulosit, termasuk monosit dan limfosit, yang tidak memiliki butiran di sitoplasma.

Setiap jenis sel darah putih memainkan peran khusus dalam sistem imun (pertahanan). Misalnya, beberapa sel darah putih terlibat dalam menelan dan menghancurkan patogen, sementara yang lain mengenali mikroorganisme tertentu dan meluncurkan respons imun terhadap mereka.

Berbagai jenis sel darah putih memiliki masa hidup yang berbeda, mulai dari jam ke tahun.

Sel-sel leukosit terbentuk terutama di sumsum tulang (walaupun beberapa dibuat atau matang di timus, kelenjar getah bening, dan limpa).

Trombosit (keping darah) dan zat pembeku

Trombosit sebenarnya bukan sel sebagaiamana sel darah putih dan merah, melainkan sebuah fragmen sel berukuran kecil. Keping darah berfungsi dalam proses pembekuan darah (koagulasi) saat tubuh terluka. Mereka diproduksi ketika sel-sel besar yang bernama megakariosit pecah berkeping-keping, menghasilkan 2000 – 3000 trombosit. Bentuk trombosit seperti cakram dan kecil, dengan diameter 22 – 44 μm.

Ketika lapisan pembuluh darah rusak (misalnya, jika jari Anda terluka cukup dalam hingga berdarah), trombosit tertarik ke lokasi luka, kemudian mereka segera membentuk sumbat lengket. Trombosit melepaskan sinyal, yang tidak hanya menarik trombosit lain dan membuatnya menjadi lengket, tetapi juga mengaktifkan kaskade pensinyalan yang pada akhirnya mengubah fibrinogen, protein yang larut dalam air yang ada dalam plasma darah, menjadi fibrin (protein yang tidak larut dalam air). Fibrin membentuk benang yang memperkuat sumbat trombosit dan membentuk gumpalan sehingga luka benar-benar tersumbat dan pada akhirnya mencegah kehilangan darah lebih lanjut.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *