- Daftar
- 26 Apr 2020
- Poin
- 1,033
Anabolisme dan Katabolisme
Kehidupan di bumi sangat bergantung pada tumbuhan sebagai penyedia bahan makanan (bahan organik) bagi makhluk hidup lain. Untuk memahami peran ini, ada dua pertanyaan besar yang perlu dijawab: bagaimana tumbuhan membentuk bahan makanan, dan bagaimana makhluk hidup memecah bahan makanan tersebut menjadi energi? Kedua proses inilah yang mendasari pembagian metabolisme menjadi anabolisme dan katabolisme.
Sebagai gambaran awal, perhatikan dua reaksi kimia berikut, yang sebenarnya merupakan kebalikan satu sama lain:
a. 6CO2 + 6H2O --(energi foton)--> C6H12O6 + 6O2
b. C6H12O6 + 6O2 --(enzim/klorofil)--> 6CO2 + 6H2O + Energi (ATP)
Reaksi (a) adalah fotosintesis, contoh anabolisme: senyawa anorganik sederhana (CO2 dan H2O) disusun menjadi senyawa organik kompleks (glukosa) dengan memanfaatkan energi cahaya berupa foton. Reaksi (b) adalah respirasi, contoh katabolisme: senyawa organik kompleks (glukosa) dipecah menjadi senyawa anorganik sederhana (CO2 dan H2O) sambil melepaskan energi kimia berupa ATP.
a. Anabolisme
Pengertian. Anabolisme, disebut juga asimilasi atau sintesis, adalah rangkaian reaksi kimia yang berkaitan dengan proses penyusunan molekul/senyawa kompleks dari molekul/senyawa yang lebih sederhana, dengan bantuan enzim.
Kebutuhan energi. Karena molekul kompleks memiliki tingkat energi yang lebih tinggi daripada molekul-molekul penyusunnya, proses penyusunan ini tidak dapat berlangsung tanpa masukan energi dari luar. Oleh sebab itu, anabolisme digolongkan sebagai reaksi endergonik, yaitu reaksi yang menyerap energi. Energi yang digunakan dapat berupa:
- Energi panas
- Energi cahaya — anabolisme yang menggunakan energi cahaya disebut fotosintesis, dilakukan oleh organisme berklorofil seperti tumbuhan, alga, dan beberapa bakteri.
- Energi kimia — anabolisme yang menggunakan energi kimia (bukan cahaya) disebut kemosintesis, dilakukan misalnya oleh bakteri kemoautotrof seperti bakteri nitrifikasi (Nitrosomonas, Nitrobacter) yang memperoleh energi dari oksidasi senyawa anorganik seperti amonia atau nitrit.
Karena keduanya sama-sama membutuhkan energi untuk berlangsung, baik fotosintesis maupun kemosintesis tergolong reaksi endergonik.
Peran enzim. Meskipun anabolisme memerlukan energi, laju reaksinya tetap dipercepat oleh enzim spesifik pada setiap tahapnya, sehingga proses penyusunan molekul dapat berlangsung efisien pada suhu tubuh organisme, bukan pada suhu tinggi seperti reaksi kimia biasa di laboratorium.
Contoh-contoh anabolisme:
- Fotosintesis pada tumbuhan hijau, alga, dan cyanobacteria — mengubah CO2 dan H2O menjadi glukosa dan O2 menggunakan energi cahaya.
- Kemosintesis pada bakteri kemoautotrof — mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik menggunakan energi kimia hasil oksidasi.
- Sintesis protein — penyusunan asam-asam amino menjadi protein.
- Sintesis lemak — penyusunan asam lemak dan gliserol menjadi lemak.
- Sintesis polisakarida — misalnya penyusunan glukosa menjadi pati atau glikogen sebagai cadangan makanan.
Contoh reaksi anabolisme (fotosintesis):
6CO2 + 6H2O --(energi foton)--> C6H12O6 + 6O2
Pada reaksi ini terjadi perubahan jenis senyawa dari anorganik (CO2 dan H2O, molekul sederhana) menjadi organik (glukosa, molekul kompleks), disertai pelepasan oksigen sebagai hasil samping.
b. Katabolisme
Pengertian. Katabolisme, disebut juga desimilasi, adalah rangkaian reaksi kimia yang berkaitan dengan proses pembongkaran, penguraian, atau pemecahan molekul/senyawa kompleks menjadi molekul/senyawa yang lebih sederhana, dengan bantuan enzim.
Pelepasan energi. Karena molekul kompleks menyimpan energi kimia dalam ikatan-ikatannya, pemutusan ikatan tersebut akan melepaskan energi. Oleh sebab itu, katabolisme digolongkan sebagai reaksi eksergonik, yaitu reaksi yang membebaskan energi. Energi yang dibebaskan ini tidak langsung hilang, melainkan disimpan sementara dalam bentuk molekul ATP agar dapat digunakan organisme kapan saja untuk beraktivitas.
Jenis reaksi. Reaksi yang umum terjadi pada katabolisme adalah reaksi oksidasi, yaitu pelepasan elektron (atau atom hidrogen) dari suatu senyawa. Pada respirasi seluler misalnya, glukosa dioksidasi secara bertahap hingga seluruh atom karbonnya berubah menjadi CO2.
Dua fungsi utama katabolisme:
- Menyediakan bahan baku untuk sintesis molekul lain — hasil pemecahan molekul kompleks (misalnya asam amino, asam lemak, atau senyawa antara pada siklus Krebs) dapat digunakan kembali sebagai bahan penyusun molekul baru.
- Menyediakan energi kimia (ATP) untuk melakukan aktivitas sel, seperti kontraksi otot, transpor aktif, sintesis molekul, dan pembelahan sel.
Contoh-contoh katabolisme:
- Respirasi seluler — pemecahan glukosa menjadi CO2, H2O, dan ATP.
- Fermentasi — pemecahan glukosa tanpa oksigen menjadi etanol atau asam laktat disertai sejumlah kecil ATP.
- Pencernaan makanan — pemecahan karbohidrat, protein, dan lemak menjadi molekul-molekul penyusunnya (glukosa, asam amino, asam lemak) oleh enzim pencernaan.
- Pemecahan glikogen menjadi glukosa saat tubuh membutuhkan energi cepat.
Contoh reaksi katabolisme (respirasi):
C6H12O6 + 6O2 --(enzim)--> 6CO2 + 6H2O + Energi (ATP)
Pada reaksi ini terjadi perubahan jenis senyawa dari organik (glukosa, molekul kompleks) menjadi anorganik (CO2 dan H2O, molekul sederhana), disertai pelepasan energi kimia dalam bentuk ATP.
c. Hubungan Timbal Balik Anabolisme dan Katabolisme
Anabolisme dan katabolisme bukanlah dua proses yang berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan saling mendukung dalam satu kesatuan yang disebut metabolisme:
- Hasil anabolisme (misalnya glukosa hasil fotosintesis) menjadi bahan baku/substrat bagi proses katabolisme (respirasi).
- Energi (ATP) yang dihasilkan oleh katabolisme digunakan sebagai sumber energi untuk menjalankan proses anabolisme, seperti sintesis protein atau sintesis DNA.
- Air dan karbon dioksida hasil katabolisme (respirasi) dapat kembali digunakan sebagai bahan baku anabolisme (fotosintesis) pada tumbuhan.
d. Perbandingan Anabolisme dan Katabolisme
| Variabel Pembeda | Anabolisme | Katabolisme |
|---|---|---|
| Bahan | Molekul sederhana | Molekul kompleks |
| Energi | Membutuhkan energi (endergonik) | Melepaskan energi (eksergonik) |
| Tempat berlangsung | Umumnya di kloroplas (fotosintesis) | Umumnya di sitosol dan mitokondria |
| Oksigen | Umumnya menghasilkan O2 (fotosintesis) | Umumnya membutuhkan O2 (respirasi aerob) |
| Hasil | Senyawa kompleks (misal glukosa) | Senyawa sederhana + energi (ATP) |