- Daftar
- 26 Apr 2020
- Poin
- 1,033
Tiga Komponen Dasar Setiap Sel
Pada bagian sebelumnya, kalian telah memahami bahwa setiap sel — apapun jenis organismenya — pada dasarnya tersusun atas tiga komponen dasar yang sama:
- Membran plasma — pembatas terluar sel
- Sitoplasma — cairan sel beserta isinya
- Inti sel (nukleus) — pusat kendali sel
Aktivitas mandiri: Sebelum melanjutkan, coba cari video di YouTube dengan kata kunci "struktur dan organel sel" untuk memperkuat gambaran visualmu, lalu coba jawab: Benarkah semua sel memiliki membran plasma, sitoplasma, dan inti sel? Apakah struktur ketiganya selalu sama persis di setiap jenis sel organisme?
1. Membran Plasma
Fungsi Utama Membran Plasma
Membran plasma (disebut juga membran sel) adalah lapisan tipis yang membungkus seluruh isi sel, memisahkan lingkungan di dalam sel dengan lingkungan di luar sel. Namun, membran plasma bukan sekadar "pembungkus pasif" — ia bersifat selektif permeabel, artinya mampu memilih zat apa saja yang boleh masuk atau keluar dari sel. Fungsi inilah yang membuat sel dapat menjaga kestabilan kondisi internalnya (homeostasis) di tengah lingkungan luar yang terus berubah.
Model Mosaik Cair (Fluid Mosaic Model)
Untuk menjelaskan struktur membran plasma, ilmuwan Singer dan Nicolson mengajukan sebuah teori yang hingga kini masih diterima secara luas, yaitu model mosaik cair (fluid mosaic model). Disebut demikian karena:
- "Mosaik" menggambarkan susunan protein yang tersebar tidak beraturan, seperti kepingan-kepingan mozaik, di antara lapisan lemak.
- "Cair (fluid)" menggambarkan sifat membran yang tidak kaku — molekul-molekul penyusunnya dapat bergerak dan bergeser posisi, mirip seperti bongkahan es yang mengapung dan bergerak-gerak di atas permukaan air.
Komponen Penyusun Membran Plasma
Membran plasma tersusun dari dua lapis fosfolipid (lipid bilayer) yang di antaranya tersisip berbagai molekul protein. Untuk memahami strukturnya lebih rinci, perhatikan pembagian zona berikut:
| Zona/Bagian | Sifat | Komponen Penyusun |
|---|---|---|
| Hidrofilik (bagian luar dan dalam, "suka air") | Menghadap ke arah lingkungan berair — baik cairan di luar sel maupun sitoplasma di dalam sel | Kepala fosfolipid, rantai karbohidrat yang menempel pada protein tertentu |
| Hidrofobik (bagian tengah, "takut/menolak air") | Berada di lapisan tengah, menghindari kontak dengan air | Ekor fosfolipid (rantai asam lemak) |
Selain fosfolipid, membran plasma juga mengandung:
- Protein membran — ada yang menembus seluruh lapisan membran (protein integral) dan berfungsi sebagai saluran transportasi zat atau reseptor sinyal, ada pula yang hanya menempel di permukaan (protein perifer).
- Rantai karbohidrat — biasanya menempel pada protein (membentuk glikoprotein) atau pada lipid (membentuk glikolipid) di permukaan luar sel, berperan penting dalam pengenalan sel (misalnya membantu sistem imun mengenali sel tubuh sendiri).
Mengapa Struktur Ini Penting?
Susunan "kepala hidrofilik di luar, ekor hidrofobik di dalam" ini bukan kebetulan. Struktur ini secara alami terbentuk karena sifat kimiawi fosfolipid itu sendiri, dan hasilnya sangat menguntungkan bagi sel: bagian hidrofobik di tengah membran secara efektif mencegah molekul-molekul yang larut dalam air (seperti ion dan gula) untuk keluar-masuk sel secara bebas, sehingga sel dapat mengontrol dengan ketat zat apa yang diizinkan melewatinya.
2. Sitoplasma
Mengenal Sitoplasma sebagai "Ruang Kerja" Sel
Jika membran plasma adalah dinding pembatas rumah, maka sitoplasma adalah seluruh ruang di dalam rumah tersebut, tempat hampir semua "kegiatan rumah tangga" sel berlangsung. Secara definisi, sitoplasma adalah bagian dari protoplasma (isi sel) yang terletak di antara membran plasma dan membran inti sel, mencakup dua komponen utama:
- Sitosol — bagian cair dari sitoplasma
- Organel-organel sel — "organ-organ kecil" yang terikat membran maupun yang tidak, tersuspensi di dalam sitosol
a. Sitosol: Matriks Cair yang Dinamis
Sitosol sering disebut juga sebagai matriks sel atau cytoplasmic matrix. Ia berfungsi sebagai medium cair yang mengelilingi seluruh organel sel, tempat berlangsungnya banyak reaksi metabolisme penting seperti glikolisis (tahap awal pemecahan glukosa untuk menghasilkan energi).
Salah satu keunikan sitosol adalah sifatnya yang dinamis — ia dapat berubah wujud dari keadaan lebih cair (sol) menjadi lebih kental menyerupai gel (gel), dan dapat kembali lagi ke keadaan cair. Perubahan sifat fisik seperti ini dikenal dengan istilah transformasi sol-gel, dan diperkirakan berkaitan erat dengan aktivitas protein-protein sitoskeleton di dalam sel, yang berperan dalam pergerakan sel, perubahan bentuk sel, maupun transportasi material di dalam sel.
Tantangan riset mandiri: Coba telusuri dari berbagai sumber literatur, mengapa sitosol bisa berubah dari cair menjadi gel dan sebaliknya? Apa fungsi praktis dari kemampuan ini bagi sel? Jangan lupa mencatat sumber literatur yang kamu gunakan.
b. Organel Sel
Organel dapat diibaratkan seperti "organ-organ kecil" di dalam sel — sebagaimana tubuh manusia memiliki organ seperti jantung dan paru-paru dengan fungsi masing-masing, sel pun memiliki organel-organel dengan fungsi spesifik yang mendukung kelangsungan hidup sel.
Keterbatasan pengamatan dengan mikroskop cahaya: Sayangnya, sebagian besar organel berukuran terlalu kecil untuk dapat diamati dengan jelas menggunakan mikroskop cahaya biasa. Untuk mengamati struktur sel secara mendetail hingga level organel, para peneliti mengandalkan mikroskop elektron. Struktur sel yang dapat teramati secara detail melalui mikroskop elektron inilah yang disebut sebagai ultrastruktur sel.
Gambaran Umum Ultrastruktur Sel
Melalui mikroskop elektron, kita bisa melihat sel hewan dan sel tumbuhan memiliki susunan organel yang cukup rumit namun tertata rapi.

Gambar (atas): Diagram ultrastruktur sel hewan yang dapat dilihat menggunakan mikroskop elektron

Gambar: Diagram ultrastruktur sel tumbuhan yang dapat dilihat menggunakan mikroskop elektron
Secara umum, di dalam sitoplasma terdapat organel-organel berikut:
- Retikulum endoplasma (RE) kasar dan halus — jaringan membran berbentuk saluran-saluran yang meluas dari sekitar inti sel ke seluruh sitoplasma; RE kasar ditempeli ribosom di permukaannya, sedangkan RE halus tidak.
- Ribosom — butiran kecil tempat berlangsungnya sintesis protein, bisa menempel pada RE kasar atau melayang bebas di sitosol.
- Badan Golgi (kompleks Golgi) — struktur bertumpuk seperti kantong pipih, berperan dalam memproses dan "mengemas" produk sel sebelum dikirim ke tujuannya.
- Mitokondria — organel penghasil energi (ATP) melalui proses respirasi sel.
- Lisosom — kantong berisi enzim pencerna, berfungsi menguraikan struktur sel yang sudah tua atau rusak.
- Sentriol — sepasang struktur silinder kecil yang berperan penting saat sel membelah.
Sedangkan pada sel tumbuhan, terdapat beberapa organel tambahan yang tidak dimiliki sel hewan, seperti:
- Dinding sel — lapisan pelindung kaku di luar membran plasma.
- Kloroplas — organel tempat berlangsungnya fotosintesis.
- Vakuola besar — rongga berisi cairan (getah sel) yang mengatur tekanan turgor dan menyimpan berbagai zat.
- Plasmodesmata — saluran kecil penghubung antar sel tumbuhan yang berdekatan, memungkinkan pertukaran zat langsung antar sel.
Aktivitas mandiri: Kalian dapat mempelajari lebih lanjut mengenai ultrastruktur sel melalui gambar-gambar mikrograf elektron yang banyak tersedia secara daring. Coba amati, gambar ulang, lalu tuliskan nama dan fungsi dari organel-organel yang terlihat.
Tabel Perbandingan: Organel pada Berbagai Jenis Sel
Tidak semua organel dimiliki oleh semua jenis sel. Sel prokariot (misalnya bakteri), sel tumbuhan, dan sel hewan memiliki kombinasi organel yang berbeda-beda, disesuaikan dengan fungsi dan kompleksitas masing-masing jenis sel. Tabel berikut merangkum perbandingan tersebut:
| Organel / Struktur | Fungsi Utama | Sel Prokariot | Sel Tumbuhan | Sel Hewan |
|---|---|---|---|---|
| Dinding sel | Perlindungan & penyokong struktural | ✓ | ✓ | – |
| Inti sel (Nukleus) | Mengendalikan seluruh aktivitas sel | – | ✓ | ✓ |
| Membran inti | Mengatur keluar-masuk zat ke/dari inti | – | ✓ | ✓ |
| Membran plasma | Mengatur transportasi zat & komunikasi sel | ✓ | ✓ | ✓ |
| Kloroplas | Fotosintesis | – | ✓ | – |
| Kompleks Golgi | Memproses, memodifikasi & mengemas molekul | – | ✓ | ✓ |
| Lisosom | Pencernaan intraseluler & daur ulang organel | – | – (diwakili vakuola) | ✓ |
| Mitokondria | Respirasi seluler (penghasil ATP) | – | ✓ | ✓ |
| Nukleolus | Sintesis komponen ribosom | – | ✓ | ✓ |
| Plastida | Menyimpan pigmen dan cadangan makanan | – | ✓ | – |
| Retikulum Endoplasma | Sintesis lipid (halus) & protein (kasar) | – | ✓ | ✓ |
| Ribosom | Sintesis protein | ✓ | ✓ | ✓ |
| Sentriol | Pengatur benang spindel saat membelah | – | – (kecuali tumbuhan tingkat rendah) | ✓ |
| Flagela | Alat gerak sel | ✓ (pada jenis tertentu) | – (kecuali sperma) | ✓ (pada jenis tertentu) |
| Sitoskeleton | Memberi bentuk & sokongan kerangka sel | ✓ | ✓ | ✓ |
| Vakuola | Penyimpanan air, zat sisa, & tekanan turgor | – | Besar (sentral) | Kecil / Tidak ada |
| Vesikel | Transportasi & penyimpanan molekul | – | ✓ | ✓ |
Perbedaan Mendasar Sel Prokariot dan Eukariot
Dari tabel di atas, terlihat perbedaan yang sangat mencolok antara sel prokariot dengan sel eukariot (sel tumbuhan dan hewan): sel prokariot pada dasarnya tidak memiliki organel-organel bermembran seperti mitokondria, retikulum endoplasma, atau badan Golgi. Sel prokariot memiliki struktur yang jauh lebih sederhana, sedangkan sel eukariot memiliki kompartemen-kompartemen internal (organel bermembran) yang memungkinkan pembagian "tugas" secara lebih terspesialisasi dan efisien.
Latihan: Berdasarkan tabel di atas, coba identifikasi: organel apa saja yang dimiliki bersama oleh sel prokariot dan eukariot? Organel apa saja yang hanya dimiliki sel tumbuhan tetapi tidak dimiliki sel hewan, atau sebaliknya?
3. Inti Sel (Nukleus)
Sejarah Singkat Penemuan Inti Sel
Inti sel atau nukleus pertama kali ditemukan pada sel tumbuhan oleh ilmuwan Robert Brown pada tahun 1831. Penemuan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah biologi sel, karena membuka pemahaman bahwa sel memiliki "pusat kendali" tersendiri yang terpisah dari sitoplasma di sekitarnya.
Fungsi Utama Inti Sel
Inti sel berfungsi sebagai pusat pengendali seluruh aktivitas sel. Di dalam inti sel inilah materi genetik (DNA) disimpan, yang menjadi "buku panduan" bagi sel untuk menjalankan seluruh fungsinya — mulai dari sintesis protein hingga pembelahan sel.
Ciri Khas Inti Sel pada Sel Eukariotik
Salah satu ciri pembeda utama antara sel eukariotik dan prokariotik terletak pada keberadaan inti sel yang sejati. Sel eukariotik memiliki inti sel yang jelas, karena materi genetiknya diselubungi oleh membran inti, yang secara efektif memisahkan DNA dari sitoplasma di sekitarnya. Sebaliknya, sel prokariotik tidak memiliki membran inti sejati sehingga materi genetiknya tersebar bebas di dalam sitoplasma pada suatu daerah yang disebut nukleoid.
Jika kalian mengamati sel melalui mikroskop, inti sel biasanya tampak berada di tengah-tengah sel, dikelilingi oleh sitoplasma di sekelilingnya — sehingga menjadi salah satu ciri yang paling mudah dikenali saat mengamati sel di bawah mikroskop cahaya.
Bagian-Bagian Penyusun Inti Sel
Inti sel pada sel eukariotik tersusun atas beberapa komponen berikut:
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Membran inti (selubung nukleus) | Terdiri dari dua lapis membran, dilengkapi pori-pori nukleus (nuclear pores) yang mengatur keluar-masuknya zat (misalnya RNA dan protein) antara inti sel dan sitoplasma. |
| Nukleoplasma | Cairan kental di dalam inti sel, tempat kromatin dan nukleolus berada. |
| Kromatin | Benang-benang halus berisi kombinasi DNA dan protein, yang akan memadat membentuk kromosom saat sel bersiap membelah. |
| Nukleolus (anak inti) | Struktur padat di dalam inti sel yang berfungsi mensintesis komponen penyusun ribosom. |
Mengapa Inti Sel Begitu Penting?
Karena menyimpan seluruh informasi genetik organisme, inti sel dapat dianggap sebagai "otak" dari sebuah sel. Kerusakan atau gangguan pada inti sel dapat berdampak sangat serius terhadap kelangsungan hidup sel, karena instruksi-instruksi penting untuk seluruh proses seluler bersumber dari sini.
Rangkuman
- Setiap sel tersusun atas tiga komponen dasar: membran plasma, sitoplasma, dan inti sel.
- Membran plasma tersusun atas dua lapis fosfolipid dengan protein yang tersebar seperti mozaik di dalamnya (model mosaik cair), memiliki zona hidrofilik (luar-dalam) dan hidrofobik (tengah), serta bersifat selektif permeabel.
- Sitoplasma terdiri dari sitosol (cairan dinamis yang dapat berubah dari sol ke gel) dan organel-organel sel yang menjalankan fungsi spesifik masing-masing.
- Sebagian besar organel hanya dapat diamati secara detail (sebagai ultrastruktur) menggunakan mikroskop elektron, bukan mikroskop cahaya.
- Jenis dan jumlah organel berbeda-beda antara sel prokariot, sel hewan, dan sel tumbuhan — mencerminkan tingkat kompleksitas dan kebutuhan fungsional masing-masing jenis sel.
- Inti sel (nukleus), ditemukan pertama kali oleh Robert Brown pada 1831, berfungsi sebagai pusat kendali sel karena menyimpan materi genetik, dan tersusun atas membran inti, nukleoplasma, kromatin, serta nukleolus.
Terakhir diedit: